bangli-ajukan-master-plan-pengelolaan-geopark-batur


Berita & Event Lainnya
 
 


Selasa, 13/11/2012 19:38 WIB
Pengelolaan Geopark Batur
Bangli Ajukan Master Plan Pengelolaan Geopark Batur
Sumber Photo : Batur Geopark
BANGLI (NyanaNews) Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, telah menyiapkan master plan untuk mengelola kaldera Batur dengan lebih baik, menyusul ditetapkannya kawasan tersebut sebagai salah satu geopark dunia September lalu oleh Unesco.

“Master plan yang diajukan akan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Master plan ditujukan untuk memelihara dan melindungi kawasan Gunung Batur dan Danau Batur,” kata Bupati Bangli I Made Gianyar.

Pada 20 September 2012, badan UNESCO yakni Global Geoparks Networks (GNN) telah memasukkan kawasan ini sebagai kawasan geopark dunia, dan menjadi kawasan geopark pertama di Indonesia. Lewat pertemuan tahunan ke-11 yang berlangsung di Arouca Geopark di Portugis, GNN juga mengeluarkan sertifikat Global Geoparks Networks untuk Gunung Batur.

Batur Geopark adalah salah satu geopark dari empat geopark yang dimasukkan dalam GNN tahun ini. Tiga geopark lainnya adalah Bakony-Balaton Global Geopark di Hungaria, Central Catalonia Global Geopark di Spanyol dan Sanqingshan Global Geopark di China.

Sebelumnya, Indonesia juga mengajukan beberapa lokasi geopark lainnya, antara lain, Danau Toba di Sumatera Utara dan Gunung Rinjani di Lombok. Dana untuk mewujudkan master plan yang baru ini, pemerintah pusat telah mengalokasikan sebesar Rp20 miliar dari APBN untuk melindungi, memelihara, dan membangun fasilitas pendukung sekitar kawasan geopark.
Kawasan Geopark Batur dikelilingi oleh 15 desa yang bersentuhan langsung dengan kawasan ini. Desa-desa di sekitarnya memiliki tradisi yang khas dan berbeda dengan tradisi di daerah Bali selatan. Pengelolaan kawasan ini nantinya tidak akan terlepas dari peran desa di sekelilingnya.

Masuknya kawasan ini menjadi global geoparks networks bukannya tanpa beban, mengingat adanya permasalahan yang jelas saat ini, yaitu penggalian tambang pasir dan batu, yang mengancam kelangsungan kawasan.

Travel agent juga sering mengeluhkan menjamurnya kawasan restoran di sepanjang Jalan Raya Kintamani, yang menutup akses pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur. Selain itu, agresifnya pedagang acung di Penelokan, adalah masalah nyata dan jelas yang terjadi saat ini.

Masyarakat setempat menyambut antusias, tetapi juga waswas akan kelangsungan hidup mereka. Seorang warga penambang pasir yang tidak mau disebutkan namanya menginginkan, jika nanti geopark dikelola secara profesional agar pemerintah memperhatikan nasib mereka.

“Saya menyambut baik kawasan ini menjadi kawasan geopark, tapi saya takut kehilangan mata pencaharian saya sebagai penambang pasir. Pada saat musim kemarau, kami tidak punya pilihan lain selain menambang pasir karena pertanian tidak bisa berkembang” ujarnya.

Masyarakat berharap, baik Pemerintah Kabupaten Bangli maupun pemerintah pusat memberikan master plan yang berpihak kepada mereka. Jangan sampai master plan hanya menguntungkan industri pariwisata, tetapi mengabaikan pertanian atau pertambangan sebagai sumber pendapatan masyarakat. (Didi Suprapta)



Oleh : http://www.nyananews.com


 
0 Komentar
 
Kirim Komentar Anda
Nama Lengkap
:
Email
:
Komentar
:
Kode Keamanan
 
 
Berita Terkait


 
Batur Global Geopark
Home
Selayang Pandang
Berita
Wisata
Akomodasi
Foto
Kontak
Situs Terkait
Asian Pacific Geoparks
European Geoparks Network
UNESCO
Ministry of Land and Resources
Situs Lainnya...
Statistik Pengunjung
438466
Pengunjung hari ini : 95
Total pengunjung : 70735
Hits hari ini : 208
Total Hits : 438466
Pengunjung Online: 1
 
Kontak Kami
Alamat : Jln. Lettu Lila No 9 Bangli
Telp : 0366 - 91537
Email : disbudpar@banglikab.go.id
Website : http://disbudpar.banglikab.go.id
Ikuti Kami di